Nilai Signifikan
Nilai signifikan adalah
suatu nilai dimana jumlah angka ditentukan sebagai batas nilai tersebut diterima atau tidak.
Sebagai contoh perhatikan nilai pada penggaris :
Nilai yang ditunjuk
tidak tepat pada angka yang ditentukan karena selisih 1 strip, dalam kejadian ini bila dianggap nilai signifikan = 1 maka
nilainya 59 atau 60.
Bila penggaris tersebut
dilihat dengan skala lebih besar pada daerah yang ditunjuk oleh jarum :
Dari gambar ini, dengan
nilai signifikan 10-1 (0,1) maka diperoleh nilainya 59 atau 59,5.
Angka
Signifikan (AS)
•
Komputasi thd suatu
bilangan à Bilangan hrs meyakinkan ?
•
Konsep angka signifikan
à keandalan sebuah nilai numerik
•
Banyak angka signifikan à banyaknya digit tertentu yg dpt dipakai dengan meyakinkan
•
Selain angka
signifikan, jg ada angka taksiran
•
Angka 0 (nol) tdk sll
pasti mjd angka signifikan, why?
•
Ketidakpastianà kepastian, jk pakai notasi ilmiah
Bagaimana?
0,000123 à mengandung 3 AS (nol bkn merupakan AS)
0,00123 à mengandung 3 AS (nol bkn merupakan AS)
12.300 à Tidak jelas berapa AS, karena msh di?kan nol itu
berarti atau tidak…!
1,23 x 104 à mengandung 3 AS (memakai notasi ilmiah)
1,230 x 104 à mengandung 4 AS (memakai notasi ilmiah)
1,2300 x 104 à mengandung 5 AS (memakai notasi ilmiah)
Dua arti penting angka
signifikan
·
“AS akan
memberikan kriteria untuk merinci
seberapa keyakinan kita mengenai hasil pendekatan dalam metode numerik”
·
“AS memberikan
pengabaian dari angka signifikan sisa utk besaran-besaran yang spesifik yang
tidak bisa dinyatakan secara eksak krn jumlah digit yang terbatas” à
(kesalahan pembulatan/round-off-error
Akurasi
dan Presisi
Presisi
•
Jumlah angka signifikan yg menyatakan suatu besaran
•
Penyebaran dlm bacaan berulang dari sebuah alat yg mengukur suatu perilaku fisik tertentu
Akurasi
•
Dekatnya sebuah angka
pendekatan atau pengukuran terhadap harga sebenarnya yang hendak dinyatakan Inakurasi
(Tdk akurat)
•
Simpangan sistematis
dari kebenaran
Kesalahan à “mewakili dua hal yaitu tidak
akurat dan tidak presisi dari ramalan yang dilakukan
•
Kesalahan Numerik à Adanya aproksimasi
Meliputi:
•
Kesalahan pemotongan (truncation
error) à saat aproksimasi digunakan utk menyatakan suatu prosedur matematika
eksak.
•
Kesalahan pembulatan (round-off
error) à ketika angka2 aproksimasi dipakai utk menyatakan
angka-angka pasti.
•
Sehingga,
bisa dihubungkan:
Harga Sebenarnya = pendekatan + Kesalahan
•
Bisa dikatakan:
“Kesalahan numerik adalah setara terhadap ketidakcocokan antara yang sebenarnya
dan aproksimasi”
Et
= Harga sebenarnya – aproksimasi;
Dimana,
Et = harga pasti dari kesalahan; huruf t dimaksudkan bahwa ia adalah kesalahan
“sebenarnya” à Tapi, Definisi yang lemah..!Why..???
Kelemahan definisi?
•
Tidak memperhitungkan
tingkat/orde besar dari nilai yang diperiksa, mis: kesalahan 1 cm akan sangat
berarti pada pengukuran panjang paku dari pada pengukuran panjang jembatan
•
Menutupi kelemahan di
atas, How??
•
Menormalisasi kesalahan
itu thd harga sebenarnya à Kesalahan Relatif Fraksional(KRF)
•
KRF = Kesalahan / Harga
sebenarnya
•
KRF dapat pula
dikalikan dengan 100% didefinisikan sebagai εt, sbb:
εt = (Kesalahan /Harga Sebenarnya) x 100% ;
Dimana: εt = kesalahan relatif sebenarnya. (persen )
•
Alternatif yg selalu
dipakai dlm menormalisasi kesalahan dgn mengunakan taksiran terbaik dari harga
yang sebenarnya terhadap kesalahan aproksimasi itu sendiri, yaitu sbb:
εa = (Kesalahan aproksimasi/Aproksimasi)x 100%
Dimana: a = kesalahan tersebut dinormalisasikan
thd sebuah harga aproksimasi.
Masalah & Sekaligus tantangan dlm Met-Num à
“menentukan
taksiran kesalahan tanpa pengetahuan mengenai harga yang sebenarnya”
•
Metode numerik tertentu
memakai pendekatan interasi utk
menghitung jawaban.
•
Dlm hal ini, suatu
aproksimasi skrg dibuat berdsrkan suatu aproksimasi sblmnya à dilakukan berulang kali atau scr interasi spy dapat menghitung
aprosimasi yg lbh baik & semakin baik.
•
Dgn demikian, kesalahan
sering ditaksir sbg pbedaan antara aproksimasi sblmnya dgn aproksimasi
sekarang, Sehingga kesalahan relatif persen ditentukan:
εa = (aprok. skrg –
aprok. sblmnya)/(pendekatan skrg) x 100%
εa bisa sj positif atau
jg negatif, namun seringkali hanya digunakan harga absolutnya dimana apakah
lebih kecil dari suatu toleransi praspesifikasinya (εs)
│εa│ < εs
•
Kalau hubungan (│εa│ < εs ) dipegang, hasil kita anggap berada
dlm tingkat praspesifikasi yang dapat diterima εs
•
(Scarborough, 1966)à Jk kriteria di atas bs diterima, maka dapat menjamin bhw hasilnya
adalah betul hingga sekurang-kurangnya n angka signifikan.
εs = ( 0,5 x 102-n ) % à
Buku Chapra,hal 79-81
Kesalahan Pembulatan
•
Berasal dari kenyataan
bhw komputer hy menyimpan sejumlah tertentu angka signifikan selama kalkulasi
Misalnya:
•
Bila ia menyimpan 7
angka signifikan maka ¶ sebagai ¶ = 3,141592, dgn mengabaikan suku2 yg
dikalikan dlm kesalahan pembulatan:
Et = 0,00000065 …
•
Kelemahan pembulatan di
atas à ia mengabaikan suku-suku sisa dalam menyatakan desimal lengkap.
•
Jika dibulatkan ¶ =
3,141593 karena angka ke-8 adalah 6, maka kesalahan pembulatan berkurang
menjadi:
Et = 0,00000035 …
•
Untuk membulatkan
bilangan sesuai dengan aturan pembulatan dari syarat di atas à Menambah biaya komputasi & akibatnya beberapa mesin memakai chopping (mengambil suku2 sisa dalam
menyatakan desimal lengkap) sederhana.
•
Pendekatan ini bs
diterima dengan asumsi bhw jumlah angka signifikan pd kebanyakan komputer cukup
besar, hingga kesalahan pembulatan berdasarkan permotongan biasanya diabaikan.
•
Aturan pembulatan à Lihat buku Chapra, hal 85-87
Kesalahan
Pemotongan
•
Adalah kesalahan yg
dihasilkan dari penggunaan suatu aproksimasi pengganti prosedur matematika
eksak suatu kesalahan pemotongan dimskan ke dlm solusi numerik karena kesamaan
diferensial hanya melakukan aproksimasi harga turunan sebenarnya. Agar
memperkuat pengertian thd perilaku kesalhan semacam ini, sekarang kita
kembalipada suatu rumus matematika yg secara luas telah digunakan dalam metode
numerik untuk menyatakan fungsi2 dalam suatu bentuk pendekatan yaitu Deret
taylor
Contoh 1.1 :
Seorang
perakit komputer akan
merakit komputer dengan
tiga merek yaitu merek
Garuda, Harimau, Kancil.
Proses pembuatan melalui
tiga tahapan :
|
|
Pertama
|
Kedua
|
Ketiga
|
|
|
Seleksi peralatan
|
Perakitan
|
Uji coba dan finishing
|
|
Gajah
|
3 jam
|
5 jam
|
5 jam
|
|
Harimau
|
4 jam
|
4 jam
|
6 jam
|
|
Kancil
|
3.5 jam
|
4 jam
|
7 jam
|
|
Waktu yg tersedia
|
24 jam
|
12 jam
|
12 jam
|
Berapa banyak hasil
rakitan yang diperoleh setiap hari ?.
Penyelesaian.
Definisi
masalah : Jika
diasumsikan bahwa
G : menyatakan banyak
komputer merk Garuda yang dihasilkan,
H : menyatakan
banyak komputer merk Harimau yang
dihasilkan
K : menyatakan
banyak komputer merk Kelinci yang
dihasilkan
- Komputer merek Garuda
tahapan seleksi memerlukan
waktu 3 jam, perakitan
5 jam, uji coba dan finishing memerlukan waktu
5 jam.
- Komputer merek Harimau seleksi
peralatan(periperal)
memerlukan waktu 4 jam,
perakitan 4 jam, uji coba
dan finishing memerlukan waktu
6 jam.
- Komputer merek Kancil
seleksi peralatan(periperal)
memerlukan waktu 3,5 jam, perakitan 4 jam, uji
coba dan finishing 7 jam.
-
Waktu
yang disediakan masing-masing devisi :
§ periperal
menyediakan 24 jam per orang
perhari,
§ perakitan
menyediakan 12 jam
per orang perhari
§ uji coba dan
finishing menyediakan 12 jam
per orang perhari.
Berapa
banyak hasil rakitan
yang diperoleh setiap hari ?.
Dari
permasalahan tersebut diperoleh
model matematika sebagai
berikut.
Model matematika :
Permasalahan diatas
dapat dinyatakan dalam
bentuk model matematika
sebagai berikut .
3G + 4H +
3.5K =
24 i)
5G
+ 4H + 4 K
= 12 ii)
5G
+ 6H + 7 K = 12 iii)
persamaan ke i) menyatakan
pemanfaatan total waktu
seleksi periperal, ii) total
waktu perakitan dan
iii) menyatakan total
waktu uji coba
dan finising.
Apabila ditulis dalam bentuk
matrik adalah sbb :
3. Alat pemecah
masalah :
Dengan
alat pemecah masalah
seperti komputasi numerik,
statistika, aljabar akan diperoleh hasil
numeris (G = ... , H
=.. dan K = …)
Pada contoh ini digunakan Matlab diperoleh hasil numeris
G = -2.7692, H =
19.3846 dan K =
-12.9231
Implementasi :
Dari hasil
numeris yang dapat diartikan (di
implementasikan ke permasalahan semula) bahwa pada hari yang diinginkan
tersebut dirakit tiga unit komputer
·
merk Garuda
(G
= -2.7692 ) tetapi belum selesai (hasilnya negatif).
·
H = 19.3846 menyatakan banyak komputer merk
Harimau dapat dirakit 19 unit dan satu unit belum selesai.
·
komputer merk Kancil (K = -12.9231) dirakit tiga belas unit komputer
tetapi belum selesai semua.
